Kulit kering menjadi iritasi dan merah. Air yang kotor juga bisa bertindak sebagai radikal bebas yang berkaitan dengan kerusakan sel-sel kulit. Sel-sel kulit yang rusak akan menyebabkan kinerja kolagen terhenti dan terbentuknya garis halus dan kerutan. Air yang mengandung mineral tinggi (air sadah atau hard water) juga mempengaruhi kondisi kulit.
Kandungan mineral seperti kalsium dalam konsentrasi tinggi dapat menghilangkan kelembapan kulit yang bisa menyebabkan iritasi. Umumnya, kulit wajah lebih sensitive disbanding dengan bagian tubuh lain karena wajah terekspos racun dari asap, debu, keringat, dan kotoran.
Cara sederhana untuk mengetes apakah air di rumahmu sadah atau lunak:
- Masukan air ke dalam botol transparan, masukan sabun.
- Kocok botol, lalu lihatlah busanya perhatikan ada berapa banyak busa yang turun.
- Jika air yang kamu gunakan adalah air sadah. Sabun hanya akan menghasilkan sedikit busa.
- Gunakan air kemasan untuk mencuci muka saat bepergian. Cara ini bisa kamu coba bila kulitmu mengalami breakout atau menjadi kering saat kamu bepergian selama berhari-hari. Apalagi kalau kamu bepergian di daearah yang kesulitan air bersih.
- Gunakan air yang sudah disaring untuk mencuci wajah dan rambut.
- Jika kualitas air di rumahmu buruk, kamu bisa merebus air dan mendinginkannya di kulkas. Gunakan air itu untuk mencuci muka.
- Buat kamu yang rela merogoh kocek, kamu bisa memasang penyaring untuk air mandi kamu.
- Cek suhu airmu. Air panas berfungsi membuka pori-pori, tapi di sisi lain bisa membuat kulit menjadi kering. Sebaiknya kamu membilas wajah dengan air dingin setelah itu, supaya pori-porimu bisa menutup kembali. Mencuci muka dengan air dingin dipercaya bisa mengurangi lingkaran hitam di baeah mata dan mengurangi bengkak.
- Gunakan pembersih wajah yang lembut dan bersihkan wajahmu dengan hati-hati. Jangan lupa untuk mengoleskan pelembap setelah cuci muka. Cara ini bisa membuatmu menoleransi jenis air apa pun.
ARTIKEL TERKAIT :

0 komentar:
Posting Komentar