Kedua bahan ini menangkis dan menyebarkan sinar matahari sebelum menembus kulit. Zinc oxide dan titanium dioxide biasanya ditemukan dalam tabir surya untuk bayi dan anak-anak. Jadi bisa dipakai buat kamu yang memiliki kulit sensitive. Jangan menggunakan produk yang menggunakan PABA (para aminobenzoic acid), avabenzone, benzophenone, dan methoxycinnamate karena bahan-bahan ini menghasilakn radikal bebas, padahal tabir surya seharusnya melindungi kulit dari radikal bebas.
Untuk kamu yang berjerawat, cari produk berlabel “nonkomedogenik” dan hindari tabir surya yang berminyak (kadang dipasarkan sebagai krim). Pilihlah tabir surya sesuai warna kulit karena setiap kulit memiliki respon waktu yang berbeda terhadap sinar matahari sebelum terbakar. Hitung SPF yang sesuai dengan kulitmu. SPF atau sun protection factor berfungsi meningkatkan jumlah waktu kamu diluar ruangan (dibawah paparan sinar matahari) sebelum kulitmu terbakar atau mengalami iritasi akibat sinar UV-B.
Kulit terang – 10 menit.
Kulit sawo matang – 15 menit.
Kulit gelap – 20 menit.
Lihat kadar SPF di tabir surya yang kamu pakai, misalnya SPF 15. Hitung waktu perlindungan yang diberikan tabir suryamu sebelum kulitmu terbakar. Misalnya jenis kulitmu sawo matang berarti 15 menit kali SPF 15= 225 menit. Artinya dengan memakai tabir suryamu yang mengandung SPF 15 kamu bisa berada di luar ruangan selama 3 jam 45 menit. Berdasarkan situs skincancer.org. SPF 15 mampu menyaring kira-kira 93% radiasi sinar ultraviolet.
Tabir surya dengan kadar SPF 15 biasanya sudah memadai untuk digunakan orang yang beraktivitas di luar ruangan dalam jangka waktu sebentar. Buat yang suka beraktivitas di bawah sinar matahari dalam jangka waktu lama, kamu wajib menggunakan tabir surya berkadar SPF 30 atau lebih yang anti air. SPF 30 menyaring hingga 97% sejauh ini tidak ada tabir surya yang mampu menyaring radiasi hingga 100%. Oleskan tabir surya 15 menit sebelum terpapar sinar matahari dan ulangi pemakaian setiap dua jam.
ARTIKEL TERKAIT :

0 komentar:
Posting Komentar